Thursday, November 20, 2008

Seperti apakah karakter Anda dalam mengelola uang? Intip apa kata Zodiak tentang Anda.

Aries (21 Maret - 19 April)
Aries termasuk boros dalam memakai uangnya. karena itu sebaiknya Aries mengikuti satu prinsip sederhana: sisihkan uang Anda. Ini maksudnya, setelah menerima gaji, utamakan untuk pos tabungan atau dana pensiun. Aturlah agar setiap bulannya ada dana sejumlah tertentu yang otomatis didebet dari rekening Anda. Selain itu, jangan takut berinvestasi untuk mencapai tujuan finansial yang Anda inginkan.

Taurus (20 April - 20 Mei)
Anda punya bakat sebagai manajer keuangan yang baik. Bagi Taurus mengelola aset adalah hal yang menantang dan sangat disukainya, seperti halnya petani mengelola kebun. Taurus termasuk royal membelanjakan uangnya untuk menyenangkan hati pasangan. Sesekali, berikan juga hadiah untuk diri sendiri.

Gemini (21 Mei - 20 Juni)
Orang-orang Gemini sangat pintar mencari uang. Sayangnya, mereka kurang tekun menabung. Gemini punya jiwa yang selalu muda, karenanya menabung untuk hari tua bagi mereka adalah hal yang perlu dilakukan nanti saja. Agar tak menyesal kemudian, masukkan dana pensiun dalam rencana pengeluaran Anda.

Cancer (21 Juni  - 22 Juli)
Cancer sangat peduli pada hal keamanan, karenanya mereka lebih suka cara-cara konvensional, seperti menabung, ketimbang investasi dengan risiko tinggi. Kepuasan terbesar bagi cancer adalah saat mengeluarkan uang untuk memanjakan diri. Tapi, tak ada salahnya juga membelanjakan uang untuk barang-barang yang punya kesenangan jangka panjang, seperti peralatan rumah tangga moderen atau interior rumah yang gaya.

Leo (23 Juli - 22 Agustus)
Semua pasti setuju kalau Leo adalah orang yang punya selera tinggi. Karena itulah mereka perlu berhati-hati dalam manajemen uang. Untungnya, karena Leo hanya memilih barang berkualitas, ia pun terhindar dari pemborosan uang untuk membeli barang-barang murah namun cepat rusak. Bakat memilih barang-barang berkualitas tinggi sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai pemasukan loh. Misalnya saja sebagai penulis product review.

Virgo (23 Agustus - 22 September)
Virgo adalah orang yang teliti, ia tahu dengan detil berapa uang yang dimiliki di rekening. Makin tebal pundi-pundi uang, makin tentramlah hati si Virgo. Ia juga cermat dalam pengeluaran. Mereka hanya berbelanja saat perlu saja, itu pun setelah mereka membandingkan harga dan mendapat harga termurah. Karena sikap telitinya ini, Virgo sering dianggap pelit mengeluarkan uang, bahkan untuk dirinya.

Libra (23 September - 22 Oktober)
Libra sangat nyaman menggunakan uangnya, sehingga sering tak punya prioritas pengeluaran. Bantuan seorang konsultan keuangan profesional mungkin bisa membantunya dalam pengaturan keuangan. Dalam hal belanja, Libra suka mengeluarkan uangnya untuk barang-barang seni, antik, atau untuk bersenang-senang.

Scorpio (23 Oktober - 21 November)
Sebelum mengeluarkan uang atau berinvestasi, Scorpio memikirkan semuanya dengan hati-hati. Namun, terkadang bila sudah suka dengan satu barang, meski harganya tak masuk akal, Scorpio tetap nekat mengeluarkan uang. Untungnya insting mereka seringkali tepat, sehingga barang yang dibeli justru bisa jadi investasi di masa depan. Berhutang jarang ada dalam kamus si Scorpio.

Sagitarius (22 November - 21 Desember)
Bagi Sagitarius, uang adalah penggoda yang harus dijauhi. Mereka tak suka melakukan perencanaan finansial karena dianggap hanya membuang waktu dan energi. Akibatnya uang mereka sering menguap begitu saja karena Sagitarius tak punya pengalaman dalam mengatur keuangan.

Capricorn (22 Desember - 19 Januari)
Manajemen keuangan hanya salah satu dari banyak kelebihan yang dimiliki Capricorn. Mereka pintar memutar uang. Setiap kelebihan dana yang dimiliki disimpannya atau diinvestasikan. Namun, jagalah agar tujuan Anda mengelola uang bukanlah karena ingin dihormati atau menimbun kekayaan.

Aquarius (20 Januari - 18 Februari)
Cara Aquarius mengelola uang sangatlah unik. Seringkali dalam kondisi kepepet, muncul kreativitas yang tak terbayangkan. Jadi jangan heran bila Aquarius sering punya bisnis dadakan. Sayangnya, jiwa bisnis ini hanya muncul saat mereka butuh uang saja.

Pisces (19 Februari - 20 Maret)
Secara umum Pisces tak begitu peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan uang. Bila punya uang lebih mereka hanya menghabiskannya untuk kesenangan sesaat. Dalam investasi sebenarnya Pisces lebih cepat untung bila masuk ke bidang kesehatan atau makanan. Untuk membatasi pengeluaran pada hal-hal yang tidak perlu, sebaiknya Pisces mengambil fasilitas otomatis debet agar ada dana yang disisihkan untuk tabungan dan membayar tagihan.

Sumber : Kompas.com

Posted by Bocah_Gemblung at 09:02:42 | Permalink | Comments (2)

Bukan anak rumahan biasa^^

-          Cupu?

-          Manja?

-          Gak Gaul?

-          Gak asik?

-          Terasing?

-          Payah?

 

Emmm…mungkin bisa dibilang gitu, tapi gak smuanya bisa dibilang gitu kaliiiiii……

Contohnya aq ini anak rumahan….

Ciri-cirinya:

1.      Di kampus.

Di lab computer, perpus, nongkrong di Loby ma temen2, nyapa orang2 lewat, ngobrol bentar depan TU, makan siang bareng NDuL sahabat gw, cari info depan papan pengumuman…bis tu pulang ke rumah……

2.      Kalo malem minggu di rumah…

nonton tv, ngerjain tugas-tugas kuliah, no boyfriend no dating, have boyfriend dating at home please……cape deyhhhhh…..!!!

3.      On Every Monday to Friday.

Ngenet 24 jam, nonton tv, baca-baca buku atau Koran, tidur, chatting, olah raga, main PS, latihan piano.. Yah..garing deyh……

 

Tapi knapa gw betah jadi anak rumahan…….???apa enaknyaaaa???bete kali di rumah doank, tp gw senang idup di rumah doang…gak ada yang lebih nyaman di banding kamar gw sendiri. Btw, dalam hal ini gw cm mau nyeritain orang kluyuran untuk tujuan kemanusiaan and pengalaman kayak hiking atau traveling itu beda sama orang kluyuran yang gak jelas yang lebih kearah gak ada untungnya.

 

 

1.      PROTES!!!! Kalo anak rumahan itu gak gaul!!!!!

Sapa yang bilang gitu???dimanapun orang berada gak masalah di rumah, di hutan, di mana2 bahkan di penjara Nusakambangan skalipun dunia informasi yang serba world wide web bisa diakses dimana ajah tanpa mengenal sekat.

 

Scara tergantung tiap orang mengolah dirinya sendiri…skarang gini…kalo misal gw sering kluyuran, gaul ma temen2, nongkrong gak jelas buat ngabisin waktu, ya ampyuunnn…pulang ke rumah juga gak dapet apa2..yang ada duit abis buat jajan and beli2 yang gak penting. Ilmu??dapet apa???paling tempat makanan yang enak, ngegosip adanya dapet dosa, makin banyak yang diliat diluar makin tinggi pola konsumtifnya…….pulang ke rumah capek, gak sempet ngelakuin suatu hal yang lebih penting.

 

Kalo gw di rumah…gw bisa nonton tv, liat hal2 yang lagi trend, baca koran mungkin dapet inspirasi buat blog gw ini, ngenet di rumah asik banget liat2 hal aneh yang smua orang belun tentu tau, nyari-nyari bacaan di internet lebih OK. Ternyata jam terbang orang kluyuran ilmunya hanya sebatas tau tempat nongkrong enak, tempat blanja yahud, and tempat makanan yang lezat, bagitu ditanya yang lain2 eng…ing….eng…NdomBloh…

 

Chatting…hmph….emangnya ngobrol harus ke luar…ngobrol ma temen2 skampus, atau temen2 baru juga bisa diakses lewat hape atau PC. Bahkan gw ktemu sejumlah komunitas baru and sempet kopdar ma mreka2…ternyata jauh lebih seru dari dugaan gw, and shabatan tetep awet sampe skarang…apa bedanya anak rumahan ma tukang kluyuran?????? Gaul gak mesti dugem, gak mesti nongkrong ngabisin waktu, gak mesti tiap hari ke mall liat cowok2 ganteng…….

 

2.      Lebih menghargai apa yang ada di sekitarnya.

Banyak orang yang sering kluyuran menganggap smua hal yang mereka liat adalah hal yang biasa, bukan ssuatu yang mengherankan. Yah mungkin bisa di bilang anak rumahan lebih katrok dibanding yg sering kluyuran…tapi mreka lebih menghargai sesuatu hal yang sbenernya sederhana and biasa banget tetapi kliatan jadi spesial…….

 

3.      Ngirit duit.

Makan di rumah lebih menyenangkan, menghargai masakan orang rumah, suasana tenang buat makan gak campur aduk ma orang2 kayak di warung………bisa sambil nonton tv pula, ksehatan juga lebih terjamin. Gak ada yang diliat, jadi gak ada yang dipengen untuk di beli.

 

4.      Pasti dapet jodoh yang baik pula.

Kalo soal ini cukup jadi pengalaman pribadi neh….hihihihi….

Yang jelas dunia anak rumahan gak akan match sama orang yang dunianya kluyuran. Pasti sang cowok akan berkata :

 

Cowok :”Ah gak enak…masa pacaran diawasin terus???”

Gw : ”Emang mau ngapain kalo gak diawasin, heee???”

 

Cowok: ”Kamu seh gak bisa diajak kluar malem, jadi aq ngajak orang lain aja.”

Gw : ”Ok, biar orang lain yang menilai seharusnya sapa yang lebih berhak jalan ma kamu?”

 

Cowok: ”Yah…masa jam pacaran Cuma sampe jam 9 malem???”

Gw : “Emang maunya mpe jam brapa?gak malu diliat tetangga??”

 

Cowok:”Gak enak pacaran di rumah terus, gak bisa bebas..”

Gw: ” Kalo bisa bebas kamu mau ngapain???”

 

Cowok : ”Kamu kekosku donk kalo liburan, masa ga mau c?”

Gw: ”Jauh gitu??Gak ah!Kalo gak mau emang knapa??”

 

 

So, jelas khan???pertanyaan2 yang memojokkan bahwa seorang anak rumahan gak enak diajakin pacaran, todong lagi aja dengan pertanyaan yang lebih mendetail apa maksud dibalik keluhannya….Gak usah ngomel..tapi bilang yang realistis and sesuai dengan norma-norme yang berlaku.

Ambil aja ksimpulan, cowok yang baik and srius bukan diukur dari caranya pacaran, tapi lebih menghargai seseorang dalam keadaan apapun…Kalo cowknya baik gak masalah anak rumahan, coz biasanya cowok juga bakal ngerasa gak ketakutan coz tiap ditanya ceweknya lagi dmana, ya jawabnya pasti LAGI di RUMAH……aman..hihi..

 

5.      Catatan riwayat hidup cukup baik.

Ini blajar dari gaya hidup bokap and nyokap gw…emangnya yang anak rumahan cewek doang cowok juga ada…And dulu nyokap gw juga anak rumahan. Jadi ya cocok kan sperti apa yg gw bilang anak rumahan lebih match sama anak rumahan juja. Bokap gw dulu ngekos, juja di kosan doang…tau gak kerjanya ngapain kalo malming? Temen2nya pada pergi malming ma cewek, dy dikosan nyuci baju, bersih2 kos2an, nonton tipi, and masak sendiri di kosan! Sampe sepatu temen2nya juga ikut di rapiin. Oh my God…….ada gak yah cowok jaman skarang kaya gituw???kalo ada silahkan daftarkan diri anda, and masukkan CV anda untuk melamar saya…(hehehe…bcanda)

 

Nyokap gw juga gituh…malming Cuma di rumah…jalan ma kluarganya, nonton tipi di rumah…Tau gak knapa mreka bisa jodoh??

 

Liat riwayat hidup satu sama lain melalui orang2 yang punya persepsi tentang gaya hidup mreka.

“Owh..si itu orangnya baik…gak suka yang aneh2…”

Ya gituw deyh…karna catatan baik di depan orang lain, ya pasti jodohnya yang baik2…Masa ada orang baik2 mau jodohnya yang gak baik….enggak kan??????

Kalo ada brarti yang baik2 itu ketipu ma orang yg gak baik..huehehhee!!!

 

Bginilah balada anak rumahan…gak spatutnya anak rumahan itu minder and jadi anak rumahan bukan karena paksaan untuk jadi anak rumahan tapi ngerti efek sampingnya…mungkin kalo ada yang bilang anak rumahan itu aneh sebenernya enggak, mreka itu yang sbenernya aneh, karna jaman udah brubah aja, komunitas yang gak baik udah lebih banyak dibandingkan komunitas yang baik…….jadi mreka anggap komunitas yang sesungguhnya baik itu aneh untuk jaman skarang karna tergolong minoritas and konservatif.

Posted by Bocah_Gemblung at 05:34:24 | Permalink | Comments (2)

Wednesday, November 12, 2008

Budaya Egoisme Jalanan Kota Yogyakarta

Jogjaaaaaa…jogjaaa…kotamu kota pelajar..tapi knapa kelakuanmu tidak terpelajar???

 

So warga jogja..sperti yang kita tau…jalanan di dominasi oleh penghuni motor, gara2 kemudahan kredit membeli motor bikin jalanan membludak penuh motor…

Yang jadi masalah bukan kapasitasnya tapi kualitas nyetirnya srobot sana srobot sini DOR nabrakkkk…..

 

Yang sering nyetir mobil bukan stress karna macet kaya di JKT tapi stress gaya nyetir egois di jogja yg arahnya gak bisa ditebak. Makanya untuk amannya gunakanlah seat belt, and gunakanlah mobil butut, gunakanlah klakson sesering mungkin tiap tikungan and ada org nyebrang.

 

Ngemeng2 benarkah gaya menyetir itu mencerminkan kepribadian seseorang??

 

Jawabannya “YA”

 

Kalo ada yang jawab “Belum tentu” tolong koreksi diri masing2 aja.. and liat realita yang ada..bagaimanakah sifat teman anda, sifat orang di sekitar yang anda kenal dan bagaimanakah sifat anda sendiri??

 

Berikut kritik sejumlah pengalaman dan beberpa solusi :

 

Pengalaman 1 (egoisme 2 manusia)

 

            Gw ma temen gw mau brangkat ke kampus..stelah asik ngobrol di jalan…Ada orang naik motor nyebrang dari kiri…set dah! Temen gw juga asal main terus ajah…

Nubruk deh tuh…untung gw ma temen gw gak knapa2, and gak jatoh..cume ngesottt doang bak suster ngesotttt, scara ngerem mendadak. Hahaha…ya eyalah

egois+egois = nubruk

            Dua2nya punya anggapan “nih jalan punya nenek moyang gw nehhhh”…lah semua juga punya nenek moyang kaliii, jadi ya jalan juga milik kita bersama. Tapi emang bener temen gw yang satu ini sifatnya emang egois..

Pesan moral : yang nyebrang ngalah lah sama yang jalnnya lurus….and yang lurus kasih kesempatanlah yang nyebrang…

 

Pengalaman 2 (egoisme hewani vs egoisme manusiawi)

            Pengalaman ke-2 ini bukan tabrakan antara manusia dengan manusia, tapi antara egoisme anjing dan egoisme manusia. Barusan gw di certain ma bibi. Kalo sodaranya ada yang kecelekaan gara2 nabrak anjing mpek modar. Nama sodara bibi gw ini Sri, pagi2 si Sri pergi naik motor, tau2  ada seekor binatang namanya anjing nyebrang ke jalan di pagi bolong, eh DUARRRR!!!!! ditabrak sama si Sri. Sang anjing tewas dengan mengenaskan tanpa dosa. And si Sri terpental 1 meter (doang), saat itu si Sri masih sadarkan diri, and mencoba berdiri, tapi tau2 pingsan, dengan luka robek di dagu, and jempol tangan yang menekuk indah (tulangnya jempolnya gak bisa di lurusin gitu). Tapi untung nasib Sri belum di giring ke alam kubur.

            Lah??terus disini masalahnya sapakah yang patut di salahkan??apakah ini kesalahan sang anjing yang telah tewas??ataukah si Sri yang malang?? Bukan kesalahan anjing karna manusia harusnya lebih pintar dari seekor anjing. Tapi yang jelas ini “kecelakaan sial” untung soal tabrak menabrak anjing mpe modar gak masuk perkara hukum, tapi mungkin masuk kali yah perkara akherat…

            Tapi yang di bicarakan di sini adalah perilaku sang anjing sama dengan perilaku manusia yang croboh and egois. Coba deh amati jalanan, ada orang tau2 nyebrang tanpa liat kanan kiri, trus ditambah mau belok kanan tapi ambil jalan kiri, kalo dipikir2 yah sama aja dengan perilaku anjing tadi. Entah inikah yang disebut egois (menganggap jalan adalah milik pribadi) atau emang berpikir ala animal instinct, atau sama skali gak berpikir bahwa nyawa gak ada cadangannya? Yang jelas sapa yang mau kelakuan dianggap seperti seekor anjing tadi…

Pesan moral : berbahaya memakai klakuan animal instinct di jalan raya..gunakanlah animal instinct pada tempatnya..

 

Pengalaman 3 (Zebra cros tak ada gunanya)

             Bgini critanya, gw di certain adek gw kalo siang hari di lampu merah dy melihat ada orang menyebrang tanpa liat kanan dan kiri. Orang itu tau posisi masih lampu merah, tapi ada jalur untuk belok boleh jalan terus, saat di tengah2 dy dengan PDnya main asal nyebrang “BRUAK”!!!!! sontak orang2 di lampu merah pada triak…adek gw mau muntah…ibu2 pingsan alias shock.

            Mantebh dah, 1 Truk gede nabrak orang yang nyebrang tadi, dengan posisi ban truk sbelah kanan tepat ada di atas pinggang orang tersebut. Brenti pulaaaa…tepat di atas pinggang orang itu. Beuhh…badan nyaris misah and kpala sama skali dah g ada bentuknya. Trus supir truk meringkuk di penjara.

            Yang salah orang yang nyebrang tadi, tapi supir truk yang gak tau apa2 harus menikmati masa muda di penjara.

Pesan moral : Malang bukan kepalang….akibat egois n ke PD an org nyebrang tadi. Jadi ya sayangilah nyawa, menyebranglah pada tempatnya, and liatlah situasinya.

 

 

Pengalaman 4 (Ternyata Kaki juga punya rasa egois)

            Bokap and temen gw berkali-kali giles kaki orang yg naik motor. Udah tau ada jalur pada saat lampu merah boleh jalan terus. Tapi ni motor beserta kakinya nampang di jalur itu. Set dah tuh kaki makan jalan bukan main….kaya jalan cuman milik kakinya dy doang…..

            Waktu mobil asik melindas kaki kalayak polisi tidur, tuh yang kakinya dilindes masih bisa membela diri :

Sang kaki malang : “Woy! Kalo jalan liat2 dong!!!!!”

Pengendara mobil : “SUKRO!!!! Emangnya neh jalan punya kaki nenek loe apah?????”

Sang kaki malang : “Loe punya mata gak she???”

Pengendara mobil : “loe juga punya mata gak she???udah tau gw punya mata masih nanya!!!sapa suruh loe setor nyawa kaki loe!!!!kaya kaki loe kcakepan aja…”

Pesan Moral : Yah…sudahlah…orang yang egois mrasa dirinya slalu benar, yang penting dengan melindas sperti itu harusnya di jadiin plajaran bahwa jalanan milik bersama….bukan milik kaki semata. Kesimpulannya, yang pasti tuh kaki pasti bengkak deyh dilindes…wkwkwkw

 

            Dari pengalaman2 di atas, rasanya orang2 di kota Yogyakarta ini belum punya rasa Tepo Seliro…udah salah tapi masih menyalahkan, dan yang bener pun tetap di salahkan. Mungkin banyak penyebab dari kejadian di atas yaitu  segi kepribadian yang gak beres, SIM yang mudah didapat, berpendidikan tapi tidak mencerminkan sikap intelektualitas, and gak punya rasa malu di komplain orang lain…So, sikap ndeso and sikap srabutan kalo dijalanan jangan diliatin..malu2in.

Posted by Bocah_Gemblung at 09:58:00 | Permalink | Comments (1) »